• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

Merajut Mimpi Menuai Kebahagian

Alice mungkin hidup dalam waktu yang tak bisa dihentikan, ada Cinderella yang terus percaya bahwa hal baik membutuhkan sedikit waktu lebih lama, dihutan ada Belle yang selalu memiliki ketulusan hati, Mulan senantiasa mempercayai menjadi diri sendiri adalah kunci menjadi seorang wanita sejati, sedangakan Elsa bertekad untuk tidak lari lagi dari semua ketakutan. Dan disini ada Aku yang ingin mengubah dunia kecilku yang dingin.





- Nisa Safira Dwihastuti -

Masa kecilku yang bahagia II

Ketika orang bertanya tentang masa kecil pasti terngiang dibenak kita bahwa masa kecil itu penuh kepolosan dan kebodohan kecil. Penuh canda tawa dan permainan. Bermain bersama teman dan melakukan hal yang sangat aneh. Lalu kita akan mulai mengenang momen-momen bersama keluarga dan teman sepermainan.

Tapi ketika orang mendengar bahwa kita pernah tinggal diluar negeri, ada ekspektasi tinggi tentang kehidupan nyaman dan bangga disana.Mungkin tapi tidak semua. Berpikir bahwa semua yang terjadi disana pasti lebih dari negara kita sendiri, entah fasilitas, tempat tinggal, sekolah, baju, bahasa, kebudayaan dll. Banyak ekspektasi dari mereka tentang semua itu tapi.... pada kenyataannya aku tidak seperti itu. Maksudku tidak semua ekspekstasi mereka itu benar. Kebanyakan jauh dari kenyataan.

Aku memulai kehidupan baruku sebagai seorang anak pindahan disebuah TK bernama Kindergarten (kalau ga salah penulisannya seperti ini). Pertemuan pertamaku tidak begitu menyenangkan seperti kebanyakan cerita anak pindahan apalagi kau termasuk anak turunan asia. (btw apa ada yang salah menjadi keturunan asia? just asking) Mereka menatapku penuh curiga dan minat (entah menjurus minat kearah mana). Sesaat namaku disebut guru, mereka hanya mengangguk. Aku sedikit melihat kearah luar jendela, disana ada ayah dan ibu yang sedang menunggu aku duduk. Masih perkenalan, tidak banyak yang diumumkan selain nama, asal, dan tempat tinggal kurasa. 
Read More 0 comments | Posted by Unknown edit post

Masa Kecilku yang bahagia I

Entah mengapa akhir-akhir ini aku terbayang dengan masa laluku, lebih tepatnya masa kecilku. Setiap orang mempunyai kenangan dan mimpi yang spesial saat masih kecil. Di saat umur masih  sekitar 4-5 tahun. Memang tidak semua hal bisa diingat tapi ada beberapa peristiwa yang sangat spesial sehingga membekas di hati hingga sekarang. Masa kecilku hampir sama dengan semua orang tapi....ada beberapa hal yang hanya aku miliki seorang dan mungkin tidak ada orang yang sama sepertiku. Dan cerita ini pun tidak semua orang mengetahuinya dan ada sebuah cerita yang aku sendiri belum pernah menceritakannya kepada siapapun.

Aku lahir disaat kakakku masih berumur 13 bulan. Hubungan kami bisa dikatakan dekat saat itu. Kami dibesarkan layaknya anak kembar. Ayah dan ibu mencintai kami berdua sama besarnya hingga semua hal yang kita kenakan sama besar dan sama persis. Saat itu ayahku adalah seorang asisten dosen yang merangkak menjadi dosen disalah satu universitas. Menurut cerita ibu, ayah akhirnya mendapatkan sebuah kesempatan yang sangat dinanti-nanti sebelum aku lahir, beliau berhasil lulus ujian study abroad program DAAD ke jerman. Dengan banyak pertimbangan akhrinya ayahku meninggalkan kami bertiga di indonesia. banyak cerita menarik dan lucu bagiku tentang kepergian ayahku kesana.

Sejak kecila aku mulai diasuh oleh nenek dan kakekku. Selama itupun aku tumbuh tanpa mengenal seorang sosok ayah didekatku. Aku malah memanggil kakekku dengan sebutan bapak dan nenekku dengan sebutan ibu. ibu ku sendiri sedang sibuk mengajar sebagai guru honorer saat itu. Aku masih kecil untuk mengetahui dimana itu jerman dan apa itu sekolah diluar negeri. Hubungan komunikasi tidak pernah putus, ibu selalu mendapatkan surat dari ayah setiap bulannya. Terkadang ada telepon langsung dari sana meski aku ogah-ogahan menjawabnya karena aku tidak tahu seperti apa ayahku dalam sosok yang nyata. Kehidupan jaman 90-an itu semudah seperti kehidupan jaman sekarang. Dimana semua serba mahal dan belum ada istilah membayar dengan kartu kredit. Aku dengar ayah harus bekerja banting tulang disana hanya sekedar untuk membeli tiket pulang. Beliau hanya mampu pulang sekitar 2 tahun sekali dan itupun tidak terlalu lama menerap di indonesia. Alhamdulillah ayahku berhasil menyelesaikan program S2 saat aku berumur 3 tahun-nan. Inilah kejadian yang paling menarik setelah ayah pulang ke indonesia. Beliau datang berkunjung kerumah kakek-nenekku, ibu dan kakak menyambutnya dengan penuh suka cita tentu termasuk sejubel oleh-oleh menarik. Hanya aku yang menjauhi dan tidak mau bertemu dengannya.

Ibu bilang, aku harus dibujuk dengan banyak hal. Entah mainan atau coklat agar mau dipeluk atau berada dekat dengan ayahku. Suatu hari, ibu bilang aku mengatakan hal yang kejam(katanya) aku mengatakan bahwa aku tidak mengenal paman ini (ayahku) dan dia bukan ayahku lalu aku berlari dan menunjuk kakekku bahwa dialah ayahku. Dan orang ini hanyalah seorang paman yang tidak aku kenal. Sepertinya terlihat kejam tapi untuk seukuran anak-anak hal seperti ini wajar saja terjadi. Tumbuh tanpa seorang sosok ayah bagaimana mungkin mudah mengatakan "ayah" kepada seseorang yang tidak pernah bertemu. 

Setelah kejadian itu ayah sangat sedih melihat kenyataan bahwa  putri bungsunya tidak menganggapnya ayah. Akhirnya tahun berikutnya aku, kakak dan ibu dibawa pergi ke Jerman. Entah harus bahagia atau sedih. perasaaku tidak bisa diukirkan dengan kata-kata. Alasan inilah yang membawa kami bertiga menetap disalah satu kota bernama Giessen. Sebuah kota yang menurutku sangat klasik dan antik. Perpaduan kehidupan modern dan bangunan yang tua bersejarah, terlihat sangat indah dimataku.

Disinilah dimulai kehidupan baruku. Di sebuah kota baru dengan bahasa alien yanng tidak pernah kudengar. Wajah mereka terlihat menakutkan terutama mata mereka yang berwarna-warni. Dibandingkan orang setempat melihatku aneh justru aku menganggap merekalah yang paling aneh dan menakutkan.

Semua permulaan selalu ada pengakiran dan setiap permulaan selalu ada kerikil batu yang keras. Itulah yang bisa kugambarkan tentang kehidupan baruku disana. Seolah kehidupan baru itu terlihat menakutkan diawal dan menyenangkan diakhir.

Read More 0 comments | Posted by Unknown edit post

Rindu

ingin kupeluk dan kudekap erat di lenganku
ingin kubelai kepala dan tangannya
ingin ku bertemu dan berbincang sekedar menghilang penat
ingin ku bermain seperti dulu
ingin ku katakan padanya, jangan pergi lama-lama
ingin kubuat makanan dan minuman yang sangat ia sukai
ingin ku mendengar suara lembutmu yang penuh harmoni

Read More 0 comments | Posted by Unknown edit post

Enyahlah kau mimpi

mimpi-mimpi buruk itu datang lagi
lebih menyeramkan dibanding hari sebelumnya
mengapa ia terus menghantui mimpiku?
apakah ia atau mereka masih menyimpan dendam? entahlah siapa mereka
aku rasa begitu, entah bagaimana aku yakin tentang masalah ini

Read More 0 comments | Posted by Unknown edit post

Kepercayaan, agama....dan kepercayaan

Ada setidaknya beribu pemikiran gila sedang meracuni otakku. Disaat tertentu mereka menjadi sebuah ide cerita yang menyenangkan, di satu sisi ada saat dimana itu menjadi sebuah bom waktu yang super dahsyat. Berawal mula dari diriku yang tidak menyukai ketegangan dan permusuhan. Aku cenderung lebih menyukai tantangan yang membara dan kedamaian yang nyata, tapi tidak semua orang berpikir sama sepertiku dan tentu beberapa orang di belahan dunia ini. Akibat dari itu semua adalah kesalahpahaman yang sering mereka katakan. Ada juga berubah menjadi kasus kekerasan.

Read More 0 comments | Posted by Unknown edit post
Newer Posts Older Posts Home

Color Paper

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • It always being me

    Unknown
    View my complete profile

    7 Years Love`s saphirawings

    ``As you always worry, You say that foolish dreams are poisonous. Just like a book that tells us about the end of the world. There’s the reality that we can’t turn back already. Yes I have a dream. I believe in that dream. Please watch over me. Standing in front of that cold wall called fate. One day I will pass over that wall. And be able to fly. As high as the sky. This heavy thing called life can’t tie me down`` -Goose`s Dreamー

    Secarik Kertas

    • August (1)
    • July (2)
    • June (2)
    • April (2)
    • January (1)
    • November (1)
    • February (1)
    • January (2)
    • May (5)
    • April (3)
    • January (5)
    • December (5)
    • November (4)
    • October (6)
    • September (6)
    • August (1)
    • July (12)
    • June (6)
    • May (2)
    • April (8)
    Powered by Blogger.

    Followers

    Just a words~

    Selalu lakukan yang terbaik untuk satu atau semuanya, tapi bukan untuk selalu menjadi yang terbaik untuk satu atau semuanya.

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright 7 Years Love`s saphirawings. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top